Sabtu, 17 September 2011

Ruang Lingkup mahluk hidup

 Teori Asal Usul Kehidupan



1. Teori Abiogenesis (Generatio spontanea)

Teori : Kehidupan terjadi secara spontan dari benda mati.

Para pendukung:
a) Aristoteles
Beliau mengamati ikan-ikan yang hidup di air, ia melihat ikan tertentu keluar dari lumpur. Menurutnya, ikan-ikan berasal dari lumpur.

b) Nidham
Beliau merebus air kaldu kemudian memasukkannya ke dalam botol, lalu menutup rapat botol tersebut dengan gabus. Ternyata, beberapa hari kemudian muncul bakteri. Nedham menyimpulkan bahwa, bakteri berasal dari kaldu. Padahal, Nidham hanya merebus kaldunya tidak dengan botolnya, dapat disimpulkan bahwa, bakteri berasal dari botol yang tidak steril.

c) Antonie Van Leeuwenhoek
Dengan mikroskop penemuannya, beliau menemukan benda-benda aneh yang terdapat dalam setetes air rendaman jerami.

2. Teori Biogenesis

Teori : Omne vivum ex ovo, omne ovum ex vivo (semua kehidupan yang ada, berasal dari kehhidupan sebelumnya).

Para pendukung:
a) Francesco Redi (1626-1697)
Beliau melakukan percobaan dengan memasukkan daging ke dalam wadah yang terbuka, dan ke dalam wadah yang tertutup kain kassa. Pada wadah terbuka, belatung muncul dari daging, sedangkan pada wadah tertutup kain kassa, belatung terdapat pada kain kassa. Beliau menyimpulkan belatung berasal dari telur yang ditinggalkan oleh lalat.

b) Lazzaro Spallanzani (1729-1796)
Percobaannya adalah memasukkan kaldu yang sudah direbus ke dalam tabung yang sedang direbus. Lalu setelah beberapa hari, muncul mikroorganisme yang disimpulkan berasal dari udara, karena tabung tersebut tidak ditutup rapat.

c) Louis Pasteur (1822-1895)
Pecobaan yang dilakukannya adalah dengan merebus kaldu di dalam tabung yang lehernya berkelok-kelok seperti leher angsa. Tujuannya adalah agar bakteri terperangkap/menempel di leher tabung, tetapi masih ada kontak antara kaldu dengan udara. Hasilnya setelah beberapa hari, tidak ada bakteri yang muncul. Beliau menyimpulkan bahwa bakteri bukan berasal dari kaldu dan juga bukan berasal dari udara. Dari percobaannya ini, lahirlah teori biogenesis yang berhasil menjadikannya sebagai father of biogenesis.


Ciri ciri makhluk hidup – Makhluk hidup memiliki ciri ciri yang membedakan dengan benda mati, yaitu :

1. Bernafas ( Respirasi )  => Yaitu proses mengambil atau menghirup O2 dan mengeluarkan CO2 ( karbondioksida ) , Oksigen di dalam tubu hmanusia digunakan untuk proses oksidasi, yaitu proses pembakaran makanan oleh oksigen di dalam tubuh untuk menghasilkan energi.

- Alat pernafasan pada tumbuhan disebut stomata atau lentisel
- Alat pernafasan pada hewan adalah paru paru,insang trakea dan kulit
- Burung memiliki alat bantu pernafasan yang disebut pundi pundi udara

2. BERGERAK  => Makhluk hidup bergerak, ada dua macam gerak yaitu gerak aktif dan gerak pasif.Gerak pasif, yaitu gerak yang proses geraknya tidak dapat diamati secara langsung, misalnya gerakan pada tumbuhan ( contoh : mekarnya bunga, ujung tunas tanaman menuju ke arah datangnya sinar matahari, menutupnya daun lamtoro pada malam hari an akar tumbuhan menuju pusat bumi )

3. Makan ( Nutrisi )
Untuk dapat bertahan hidup, makhluk hidup memerlukan makanan dan air, fungsi makanan :
a. Menimbulkan energi ( tenaga )
b. Pembangun tubuh ( pertumbuhan )
c. Mengganti sel sel tubuh yag rusak
Makhluk hidup yang dapat embuat makanan sendiri adalah tumbuhan hijau daun lewat proses fotosintesa.

4. Iritabilitas ( tanggap terhadap rangsangan ) => Iritabilitas yaitu kemampuan makhluk hidup untuk menerima dan menanggapi rangsang.Hewan dan manusia untuk iribalitas menggunakan panca indera yang terdiri dari :
- Mata untuk melihat
- Telinga untuk mendengar
- Kulit untuk meraba
- Hidung untuk mencium
- Lidah untuk mengecap

5. TUMBUH DAN BERKEMBANG => Tumbuh adalah proses dari kecil menjadi besar, contoh : perumbuhan pada tumbuhan dapat dilihat dari ukurannya yang semakin besar dari kecambah menjadi pohon.Pertumbuhan pada tanaman tergantung pada zat zat organik yang ada di dalam tanah, seperti N,P,K,Fe dan Ca

6. REPRODUKSI => SEmua makhluk hidup berkembang biak, hal ini merupakan upaya makhluk hidup untuk memperbanyak diri atau menghasilkan individu baru.Perkembangan makhluk hidup bertujuan untuk menjaga kelestarian jenisnya supaya tidak punah, Cara makhluk hidup untuk berkembang biak dibedakan menjadi dua, yaitu :
a. Generatif , yaitu peristiwa terbentuknya individu baru yang didahului oleh pembuahan ( fertilisasi ) , peembuahan berarti meleburnya sel kelamin jantan dengan betina untuk membentuk zigot , contoh : cacing, rayap, katak, lebah dll
b. Vegetatif yaitu cara berkembang biak tanpa perkawinan, jadi tidakmeliatkan sel gamet atau sel kelami, contoh peremangan vegetatif : tunas, membelah diri, spora, umbi geragih

7. ADAPTASI  => Untuk dapat bertahan hidup di lingkungannya, makhluk hidup harus menyesuaikan diri dengan lingkungannya,Tempat hidup bagi makhluk hidup dapat melakukan aktifitasnya disebut habitat.Apabila makhluk hidup tersebut tidak bisa menyesuaikan diri dengan lingkungannya maka akan mati atau bisa harus berpindah ke lingkungan yang baru.

8. MEMERLUKAN SUHU TERTENTU => SEmua makhuk hidup dapat bertahan pada suhu tertentu, ikan dapat hidup pada air yang bersuhu antara 5 derajat celcius sampai dengan 30 derajat. untuk jenis bakteri dapat sampai suhu 80 derajat, sedangkan tumbuhan dapat hidup baik antara suhu 0 – 43 derajat celcius.

9. MENGELUARKAN ZAT SISA ( sekresi ) => Zat sisa dari proses produksi harus dikeluarkan, jika tidak akan menimbulkan racun di dalam tubuh.Zat sisa yang dikeluarkan bisa berupa cairan, gas ataupun zat padat.
Alat pengeluaran zat sisa pada hewan atau manusia , yaitu :
a. Paru paru mengeluarkan CO2
b. Kulit mengeluarkan keringat
c. Ginjal mengeluarkan uriine

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar